‘MAHA’siswa

Post ini saya tulis untuk Ujian Tengah Semester mata kuliah Creativity and Innovation

Mahasiswa atau mahasiswi adalah panggilan bagi orang yang sedang menjalani pendidikan tinggi di sebuah universitas atau di perguruan tinggi. Dengan menyandang predikat “maha” di depan siswa, dengan harapan bahwa mahasiswa merupakan calon-calon penerus bangsa atau ‘agent of change’ seperti kata yang menyambut kita pada saat pertama ‘dilantik’ menjadi mahasiswa dan mahasiswi Institut Teknologi Bandung yang katanya adalah universitas terbaik di Indonesia, seharusnya mahasiswa terus berkreasi dan berinovasi serta memberikan hal-hal yang dapat terus membangun dan mengembangkan Indonesia.

Ini adalah potongan lirik dari Mars ITB

Derapkan langkah tatap ke depan / ITB citra Ganesha / Curahkan daya kejarlah cita / Bakti pada negara

Siapkan diri, teguhkan hati / Tegarkan tekad pribadi / Langkah dan karya, nyatakan pasti / Dambaan Ibu Pertiwi

Hai putra bangsa insan persada / Tugas mulia menantimu / S’mangat dan tekad kembangkan s’lalu / Sinar terang pasti datang

Kajilah ilmu dan teknologi / Seni dan budaya bangsa / Kukuhkan sikapmu dan tekadmu mandiri / Capai masa gemilang

Kampus dan kuliah, adalah sarana yang dapat mendukung mahasiswanya terus berkarya. Saya sendiri sangat bersyukur dapat kuliah di SBM ITB. SBM memberi sarana buat saya untuk melatih kemampuan saya untuk dapat mewujudkan impian dan cita-cita saya untuk menggapai kesuksesan.

Beragam mata kuliah yang memberikan pengalaman dan membimbing saya untuk mengerti dunia kerja. Dari pelatihan soft-skill dan penambahan ilmu yang membantu saya berkembang. Organisasi-organisasi yang ada di SBM juga semuanya menurut saya patut diacungkan jempol.

Mata kuliah performance art, mengajari saya untuk menjadi lebih percaya diri, dapat berfikir kreatif dan imajinatif, memberikan kesempatan bagi saya untuk menjadi show organizer dan event manager  Oddisey 2011

Mata kuliah IBE 1 dan IBE 2, membekali saya dengan pengalaman dunia kerja sebagai entrepreneur, belajar menjadi seorang businesswoman, sebagai marketing, sales manager, pic event, dan pastinya pengalaman untuk bekerja dengan teman sekelas yang mengajarkan saya bagaimana cara menghadapi masalah dan memberikan solusi yang tepat bagi kendala yang timbul. Selain itu, mata kuliah IBE menurut saya memberi kesempatan bagi mahasiswa untuk mewujudkan 5 Tahapan Kreativitas :

1.       Existensial :Kreatif menciptakan sesuatu yang belum ada menjadi ada : Dengan membuat produk yang dijual oleh Dice Company.

2.       Relational / Communicational : Mengkomunikasikan kreatif existensial agar produk diketahui oleh orang lain : dengan mempromosikan produk Dice ke relatif dan orang asing

3.       Instrumental :  Menciptakan suatu alat/instrumen yang bila orang memanfaatkannya orang itu menjadi kreatif : Dengan produk 3D, Dice memberi wadah untuk para desainernya memanfaatkan software 3D untuk membuat design yang diminta customer

4.       Orientasional : Menjadikan kreativitas level-level sebelumnya jadi bermanfaat bagi masyarakat : 3D memberi nilai tambah bagi sebuah foto, agar terlihat lebih nyata

5.       Inovasional : Kreatif yang menciptakan kreativitas-kreativitas baru : Dice dan produknya masih belum bisa menembus tahap kreatif ini

Mata kuliah CSR yang membuka mata saya bahwa dalam dunia usaha, ada saatnya kita harus memulai usaha dari tempat yang masih terpencil dan dapat dibilang masih awam dengan teknologi dan kemajuan zaman.

Mata kuliah Entrepreneur yang mempertemukan saya dengan para Entrepreneur berhasil yang pastinya tidak akan di dapatkan di universitas lain. Memberi saya kesempatan untuk belajar dan mendapat inspirasi dari orang-orang hebat seperti mereka.

Dan tentunya mata kuliah Creativity and Innovation yang mengasah kemampuan saya untuk bercerita, dan berpendapat tentang dunia. Serta mata kuliah lain yang menambah ilmu dan pengalaman saya.

Selain itu organisasi seperti KMSBM ITB, Satoe Indonesia, dll. Saya adalah anggota dari kedua organisasi besar SBM tersebut. Kedua organisasi tersebut membuat saya mengerti bagaimana cara berinteraksi dengan orang banyak dan berorganisasi.

Dengan menyeimbangkan belajar dan berorganisasi di SBM, saya merasa mendapat kesempatan untuk berkreasi dan berinovasi. Di ITB, tidak tertutup kemungkinan saya mendapatkan kesempatan tersebut, saya mengikuti acara kepanitiaan seperti ITB Fair, Olimpiade, dsb.

Selain itu dengan menambah jaringan atau pertemanan tentunya akan semakin membuka kesempatan bagi seorang mahasiswa untuk belajar dan berbagi pengalaman. Mahasiswa dan mahasiswi ITB tentunya adalah orang-orang pilihan yang nantinya akan menjadi orang besar. Dengan menambah teman, kita akan mendapat kesempatan untuk menambah link, melihat peluang-peluang yang ada.

Semua hal yang saya sebutkan diatas dapat membuat seorang mahasiswa menjadi mengerti tentang kehidupan, orang lain, lingkungan, dan pastinya memberi kesempatan bagi mahasiswa untuk terus berkreasi dan berinovasi. Dan dengan segala kemudahan di zaman teknologi ini pastinya semua kesempatan terus bertambah seiring dengan kemajuan teknologi.

Hal yang menghambat mahasiswa untuk berkreasi dan berinovasi menurut saya adalah diri mahasiswa tersebut dan lingkungannya. Mahasiswa terkadang malas, tidak percaya diri, tidak ingin mencari tahu, tidak mau berusaha untuk menjadikan dirinya bertambah baik. Selain itu lingkungan tempat dia tinggal dan orang-orang yang berinteraksi dengannya juga dapat memberikan pengaruh yang sangat besar bagi mahasiswa, baik oleh teman maupun orang tua.

Ada 4 tipe inovasi. 4 type inovasi itu ada; inovasi teknologi, inovasi proses, inovasi produk dan jasa, dan inovasi model bisnis. Menurut saya yang paling penting adalah proses, karena dengan proses yang baik akan menghasilkan hasil yang baik pula. Selain itu, sebagai mahasiswi SBM saya harus bisa melakukan inovasi model bisnis.

Untuk mengatasi permasalahan yang timbul saat kita kuliah, kita harus menjadi percaya diri dan selalu berusaha yang terbaik. Percaya bahwa tidak ada satupun di dunia ini yang mustahil dan terus berusaha mencapai mimpi kita. Karena…

“Impossible is not a fact, but it’s an opinion”

Yang terakhir adalah buku “The world is flat”, buku karya Thomas Friedman yang berisikan tentang sejarah singkat abad yang menganalisa globalisasi. Globalisasi itu pasti terjadi, hanya orang yang pintar lah yang dapat beradaptasi dan memanfaatkan hal tersebut menjadi sebuah kesempatan.

Beberapa hal yang saya percaya dapat membuat kita kreatif adalah :

Dan yang paling penting adalah : TETAP MENJADI DIRI SENDIRI

“YOU DON’T HAVE FOREVER. DON’T SIT AROUND AND WAIT FOR SOMEONE ELSE TO MAKE THE CHANGE YOU WANT TO SEE. AND DON’T THINK IT TAKES A HUGE TEAM TO MAKE THAT DIFFERENCE EITHER”

So take a chance, do your best, and let God take the rest 😀

Aghnia Banat (19009037)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s